Kreasi Rumput Sintetis Sebagai Alas Sandal nan Unik – BALIYA.ID

Dunia bisnis saat ini memang cukup memikat bagi kebanyakan orang, salah satunya adalah Dewi Prabandari yang sejak lama berobsesi untuk membangun sebuah bisnis. “Selain itu, saya juga ingin menambah pemasukan di luar pekerjaan saya saat ini,” terang wanita yang bergeliat di salah satu perusahaan distributor farmasi di Jakarta ini.

Dari sekian banyak usaha, Dewi pun kepincut untuk membuka usaha sandal. Alasannya cukup simpel, karena jenis usaha alas kaki ini kembali booming sekarang, seiring dengan banyaknya pelaku usaha sandal karakter dan sandal kreatif. Namun agar laku di pasaran Dewi lebih memilih untuk menciptakan sandal yang berbeda dari pada mengikuti yang sudah ada, ini pun ia gunakan sebagai strategi dalam menembus persaingan yang semakin ketat.

Namun menciptakan sandal yang berbeda, diakuinya bukanlah perkara mudah, bahkan ia harus melakukan survei terlebih dahulu untuk mencari dan mengetahui sandal apa saja yang sudah ada dan belum ada di pasaran. Tak kurang dari satu bulan melakukan survei, ia pun menemukan Sandal Rumput buatan luar negeri yang diakuinya berbeda dan belum ada di Indonesia. “Model sandal tersebut sebetulnya sudah ada di luar negeri, sedangkan di dalam negeri pelakunya belum ada,” tutur wanita yang akrab disapa Dewi ini.

Sumber : dok siempreudalmeria.blogspot.com

Untuk memuluskan niatnya tersebut, Dewi mengeluarkan modal awal sebesar Rp 5 juta, yang digunakannya untuk membeli bahan baku pembuat sandal, seperti tali sandal tipe PVC, bahan spon tipe eva spon super, dan rumput sintetis, sedangkan untuk perlatan Dewi tidak membelinya, lantaran ia lebih memilih memaklonkan pembuatan sandalnya. Adapun urusan promosi, Dewi mengandalkan internet dan dari mulut ke mulut sebagai.

Keunikan Sandal Rumput. Melihat penampilan Sandal Rumput pasti banyak orang tertarik memakainya. Sandal dengan aksen rumput sintetis saat ini sudah dikenal di beberapa kawasan di Australia. Selain memiliki desain yang unik, Sandal Rumput ini cukup nyaman dipakai.

Menurut Dewi, Sandal Rumput ini sebenarnya adalah sandal japit santai yang diberi aksesori rumput sintetis di atasnya. Namun walau rumput sintetis Dewi berani menjamin rumput sintetis yang digunakannya menyerupai rumput asli, baik dari segi warna maupun bentuknya. “Memakai sandal ini serasa kamu di atas rumput asli,” promonya.

Meskipun tidak mengadopsi secara keseluruhan, Sandal Rumput buatan Dewi pun tidak kalah unik dan nyaman dipakai konsumen. Adapun ukurannya sangat bervariasi tersedia dalam 3 tipe, yakni tipe untuk wanita dengan ukuran 37-39, tipe laki-laki dengan ukuran 40-43, serta tipe untuk anak-anak dengan ukuran 32-36. Sementara harganya juga bervariasi, sandal pria dijual Rp 85 ribu per pasang, wanita Rp 60 ribu per pasang, dan anak-anak Rp 60 ribu per pasang.

Keungulan Sandal Rumput buatan Dewi terletak pada kualitas bahan yang digunakan terutama pada bahan rumput sintetisnya. Keistimewaan bahan rumput sintetis pada sandal buatan Dewi diimpor langsung dari negeri kincir angin, Belanda yang diakuinya memiliki tekstur lebih lembut dan menyerupai rumput asli.

Selain itu, keungulan lainnya terletak pada kualitas lem sandal yang memiliki ketahanan yang baik karena proses pengeleman pada setiap lapisan dilakukan dengan ketelitian dan pengawasan serta menggunakan jenis lem yang berkualitas. Agar kualitas lem tersebut terjaga Dewi menyarkan konsumen untuk memperhatikan proses pemelihraan sandalnya, terutama dalam hal mencuci sandal.

Adapun cara mencuci Sandal Rumput yang dianjurkan Dewi ialah dengan cara mencelupkan sandal ke dalam rendaman air sabun, kemudian diangkat, dilanjutkan dengan menyikatnya menggunakan sikat gigi secara pelan-pelan, jika dirasa sudah bersih bilas dengan air bersih, diusahakan pada air mengalir agar kotoran pada sandal terbawa air, sedangkan untuk mengeringkannya cukup dijemur, namun sebelum dijemur disaranakan untuk mengkibaskan sandal sebanyak 10 kali untuk mengurangi kadar air yang terdapat pada rumput.

Peralatan dan Bahan Baku. Memang dari segi harga, produk Sandal Rumput terbilang tidak murah bila disamakan dengan produk sandal jepit pada umumnya. Hal ini dikarenakan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan Sandal Rumput merupakan bahan baku yang sangat berkualitas. “Di sini saya tidak hanya menjual keunikan produk saja, tetapi kualitas dan kenyamanan produk bila dikenakan konsumen,” terang Dewi.

Maka dari itu, Dewi pun tidak asal pilih dalam pemakaian bahan baku. Bahan spon, meskipun ia tidak menyebutkan secara langsung mereknya, tetapi menurut Dewi, ia menggunakan bahan eva spon berkualitas yang tebal dan bersifat anti selip. Harganya pun tidak murah, yakni bekisar Rp 100 ribu per lembar dengan ukuran 1,2 meter x 2,2 meter serta ketebalan 10 mm. Untuk tali sandal, ia menggunakan tali sandal bening yang dipesan dengan embos merek produknya yang dibeli dengan harga Rp 35 ribu per buah.

Bahan rumput sintetis, Dewi pun mempertahankan kualitas produk dengan memakai rumput sintetis yang diimpor langsung dari Belanda. “Keunikan kitakan dari pemakaian rumput sintetis, dan sudah pasti bahan rumput sintetisnya harus berkualitas baik,” jelasnya. Makanya tidak mengherankan harga dari rumput sintetis sekitar Rp 325 ribu per meter.

Setiap satu kali produksi, biasanya Dewi memperoleh hasil bekisar160 buah Sandal Rumput. Untuk sekali produksi, ia membutuhkan 8 kodi tali sandal,4 lembar eva spon, 5 meter rumput sintetis, dan 2 kaleng sedang lem.

Semua bahan baku yang dibutuhkannya, dibeli Dewi dari beberapa lokasi di Jakarta seperti Pasar Cipadu, Pasar Pagi Mangga Dua dan Pasar Pagi Asemka. Selain di ketiga tempat tersebut, bahan baku sandal rumput ini bisa didapatkan, salah satunya di Toko Mudhorobah Club yang beralamat di Perumahan Bukit Asri Jalan Pinus III Blok D14 No. 18-19 Ciomas Bogor.

Sedangkan peralatan yang dibutuhkan dalam usaha ini, cukup sederhana, seperti pemotong spon, yang berfungsi sebagai pemotong spon sekaligus pencetak pola untuk mempercepat proses pemotongan spon, mesin press sandal untuk mengencangkan lem, serta mesin gerinda untuk menghaluskan pinggiran sandal agar terlihat rapi.

MakloonDalam proses produksi, Dewi tidak melakukannya sendiri tetapi menggunakan jasa makloon dalam tahap pengerjaan Sandal Rumput ini. “Saya bekerja sama dengan makloon, karena untuk memproduksi sendiri masih terbatas dengan waktu dan modal,” ungkapnya. Tetapi, meski melemparkan proses produksi-nya ke makloon, untuk desain dan bahan baku produk, semuanya ditangani oleh Dewi.

Walaupun bukan ia sendiri yang melakukan tahap produksi, bukan berarti Dewi tidak mengetahui tahapan-tahapan pengerjaan Sanda Rumput ini. Demi menjaga kualitas produk, Dewi selalu memantau dan mengetahui proses pengerjaan dari makloon tersebut.

Langkah pertama, dilakukan pemolaan di atas spon sesuai ukuran, yakni antara ukuran 32-43. Setelah itu, barulah spons dipotong sesuai pola dengan menggunakan pisau pemotong spons. Setelah rangka sandal terbentuk, kemudian langsung dilubangi tiga bagian, yakni di sisi atas tengah dan dua sisi kanan kiri. Lubangtersebut berfungsi sebagai tempat memasukkan tali sandal.

Agar terlihat lebih rapi, bagian bawah sandal dilapisi lagi dengan bahan eva spons berwarna hitam dengan ukuran yang lebih tipis. ”Bahan tersebut sudah disediakan oleh pihak makloon,” jelas Dewi. Dan agar lebih menarik, bagian dasar sandal, diberi logo dan motif, dengan bantuan mesin emboss spon serta oven pemanas spon.

Jika pembuatan sandal jepit selesai, tahapan selanjutnya adalah pemasangan rumput sintetis yang sebelumnya telah dipotong seukuran sandal. Selanjutnya, rumput sintetis diletakkan di atas sandal yang sudah dibubuhkan lem perekat. Proses peletakkan ini harus dilakukan secara hati-hati dan teliti, gara menghasilkan produk yang rapi dan baik. Kemudian beralih ke tahap pengepresan, dengan menggunakan mesin pres spon, yang bertujuan untuk menekan hasil lem antara kedua bahan baku tersebut.

Setelah semua tahap selesai dilakukan, barulah proses finishing. Di sini, makloon yang bekerja sama dengan Dewi, menggunakan mesin grinda, untuk merapikan pinggiran pada sandal dari hasil pemotongan yang kurang maksimal, ataupun bekas lem yang terlihat pada outline sandal. Pada proses finishing ini, merupakan tahap penyeleksian kelayakan produk yang akan dipasarkan.

Untuk jasa makloon-nya, Dewi menggunakan pengrajin makloon yang berada di daerah Belitong, Kepulauan Riau. “Saya bekerja sama dengan pihak makloon dari Belitong, karena menurut saya mereka bisa menghasilkan produk sesuai keinginan saya,” jelasnya. Untuk biaya produksi, satu buah sandal diberi harga Rp 8.500.

Meskipun tidak menyebutkan secara pasti pihak makloon yang bekerja sama dengannya, tetapi Dewi merekomendasikan beberapa tempat makloon yang berkualitas. Salah satunya di V&D Shoes Co. Yang beralamat di Komp. Pasir Pogor Jalan Pasir Kencana II AA-10, Bandung, Jawa Barat.

Pemasaran. Sejak awal memulai usaha penjualan Sandal Rumput ini, Dewi memasarkannya via online, menurutnya cara promosi yang ia lakukan ini cukup efektif baginya yang masih terbilang baru di dunia bisnis dalam menggaet pasar di tengah keterbatasan modal. Selain itu, ia pun giat mengikuti berbagai pameran dan bazar produk kreatif untuk mendapatkan pasar yang lebih loyal.

Tak hanya itu, untuk lebih memperluas pasar ia memberikan kesempatan kepada konsumenya untuk menjadi Reseller. Syaratnya pun cukup mudah, yakni dengan minimal pembelian 10 pasang. Adapun keuntungan yang didapat Reseller berupa potongan harga sebesar 20%.

Dengan promosi dan sistem reseller yang diterapkannya tersebut, diakui Dewi, bisnis yang diajalaninya saat ini cukup sukses dan menjanjinkan. “Walau terkadang hanya terjual 50 persen dari total produksi, namun keuntungan bersih yang saya dapat cukup menjanjikan,” ucapnya.

Kunci sukses Dewi dalam menjalankan usaha karena tidak pernah pandang bulu dalam hal penjualan. Berapa pun jumlah pesanan akan dilayani dengan sebaik-baiknya. “Rezeki itu datangnya tiba-tiba, jadi jangan pernah ditolak. Saya pernah mendapatkan pesanan dalam jumlah banyak dari konsumen yang dulu hanya membeli satu pasang Sandal Rumput saya. Dan saya pun tetap menjaga baik komunikasi dengan mereka,” ceritanya. Saat ini pemasaran Sandal Rumput-nya sudah menjangkau ke berbagai daerah di Jabodetabek, bahkan sudah merambah ke Sumatera hingga Papua.

Sumber : berempat.com/bisnis/umkm/11104/kreasi-rumput-sintetis-sebagai-alas-sandal-nan-unik

Sandal Wanita

Adab Memakai Sandal – BALIYA.ID

Memakai sandal, adalah aktivitas sehari-hari yang biasa dilakukan oleh orang pada umumnya. Meski terlihat biasa-biasa saja, dalam Islam ada adab-adab yang perlu dijaga dalam pemakaianya.

Dalam kitab “Bulūghul Marām” (2/204) karya Al-Hafidz Ibnu Hajar, dikemukakan hadits mengenai adab memakai sandal.

“Jika salah seorang dari kalian memakai sandal,” sabda beliau, “maka mulailah dengan (kaki) yang kanan. Ketika melepas, maka mulailah dengan (kaki) yang kiri. Dan hendaknya yang kanan menjadi permulaan pemakaian dan yang akhir dicabut.” (HR. Bukhari, Muslim)

Kalau diperhatikan dari beberapa hadits, memang Rasulullah secara garis besar suka memulai sesuatu dengan bagian kanan. Kecuali sebagian kecil yang didahului dengan yang kiri, seperti: saat masuk WC, keluar masjid, cebok dan lain-lain.

Selain itu, ada satu hadits lagi yang berkaitan dengan adab pemakaian sandal. Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah seorang dari kamu berjalan dengan sandal sebelah, tetapi hendaklah dipakai secara bersamaan, atau dicabut kedua-duanya.” (HR. Bukhari, Muslim)

Mengenai sebab dari larangan ini, dalam kitab “Fathul Baari” (X/309, 310), Ibnu Hajar Al-Asqalani menyebutkan beberapa pendapat: Pertama, pemakaian sandal disyariatkan untuk melindungi kedua kaki misalnya dari duri dan semacamnya. Ketika, yang dipakai hanya sebelah, maka kaki lain tidak aman.

Kedua, akan terjadi ketidakseimbangan di antara anggota tubuh. Ketiga, menunjukkan pada rusak dan lemahnya pandangan. Keempat, merupakan gaya berjalan setan. Kelima, keluar dari keadilan.

Dari dua hadits itu, ada beberapa adab yang penting diperhatikan:

Pertama, memakai sandal dimulai dengan kaki kanan.

Kedua, ketika mencopot, diawali dengan kaki kiri.

Ketiga, tidak memakai sandal sebelah. Jika mau memakainya, maka dipakai secara bersama-sama. Jika tidak, maka dicopot secara bersamaan.

Sumber : indonesiainside.id/risalah/2020/01/12/adab-memakai-sandal

Sandal wanita

Kejamnya Netizen, Sandal Mahal Bottega Veneta Diledek Mirip Mie Instan – BALIYA.ID

Mie instan adalah makanan favorit bagi kebanyakan kalangan orang, terutama untuk para kaum milennial dan Gen Z. Mie instan jadi makanan pilihan di berbagai macam suasana mulai dari sarapan hingga situasi darurat yaitu tak ada makanan lain atau dompet kering.

Baru-baru ini bahkan ada sejumlah video yang membuktikan bahwa mie instan juga bisa dijadikan salah satu bahan untuk memperbaiki benda-benda yang bertekstur tidak rata dan menjadikannya mulus kembali. Selain hal-hal tersebut, mie instan juga ternyata menjadi inspirasi alas kaki mahal.

Sumber : Bottega Veneta

undefined
Adalah akun Instagram @diet_prada yang membandingkan sandal terbaru Bottega Veneta dengan mie instan. Diet Prada seolah-olah meledek bahwa sandal Bottega Veneta itu mirip mie favorit banyak orang di seluruh dunia itu.

“@bottegaveneta Pre-fall 2020,” demikian akun @diet_prada menulis di keterangan foto yang diungganya pada Rabu (18/12/2019).

Sandal yang mirip mie instan itu merupakan koleksi pre-fall 2020 dari Bottega Veneta. Seluruh koleksi pre-fal 2020 Bottega Veneta ini merupakan karya dari direktur kreatif rumah mode asal Italia tersebut, Daniel Lee.

Daniel Lee menghadirkan koleksi yang didominasi warna hitam namun diberikan sentuhan playfull melalui penggunaan warna merah, biru dan kuning. Motif atau pola anyaman khas Bottega Veneta tetap hadir di koleksi pre-fall 2020. Alas kaki yang disebut Diet Prada mirip mie instan ini pun sebenarnya khas pola anyaman dari Bottega Veneta.

Sejak dibagikan pada Rabu (18/12/2019), postingan dari Diet Prada yang meledek Bottega Veneta ini telah disukai oleh lebih dari 55 ribu pengguna Instagram. Pada halaman komentar, sejumlah pengguna Instagram seolah tak percaya kalau Bottega Veneta merilis sandal yang bentuknya mirip mie instant.

“Is that for real ,” tulis salah satu pengguna Instagram.

“Is this a joke ,” tulis komentar lainnya.

Bagi para pecinta mie instan dan kamu kaum hypebeast, sandal mules yang memiliki hak di bagian belakangnya ini bisa menjadi rekomendasi sandal unik. Kira-kira apakah kamu tertarik untuk membeli dan mencobanya?

Sumber : wolipop.detik.com/fashion-news

Sandal Wanita

Makna di Balik Sandal Jepit Pengantin di Kulon Progo – BALIYA.ID

Pernikahan merpakan sebuah prosesi yang sakral bagi umat manusia. Beragam cara banyak dilakukan oleh pasangan pengantin untuk mengungkapkan rasa syukurnya usai mereka menikah. Salah satu caranya adalah dengan berdonasi sandal jepit, seperti yang dilakukan di Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo.

Usai melaksanakan ijab kabul di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Galur, Selasa 17 Desember 2019, Paridi umur 41 tahun dan Rohfangatun Maria Fiani, umur 40 tahun, dari Dusun Sigran, Desa Tirtorahayu, segera menuju ke pasar terdekat.

Memakai sepeda onthel (kayuh) yang dipinjam dari salah satu pegawai KUA Galur, kedua pasangan itu kemudian membeli lima pasang sandal jepit. Lima pasang sandal jepit itu kemudian didonasikan ke sebuah masjid di wilayah Desa Brosot.

Sumber : Pagar.id

Usai membeli sandal, sang Pengantin wanita Rohfangatun Maria Fiani mengatakan, donasi sandal jepit tersebut merupakan wujud rasa syukur atas kelancaran prosesi ijab kabul. Meski tidak bernilai besar, namun harapannya sedekah sandal ini bisa bermanfaat bagi kegiatan masjid. Alhamdulillah segala prosesnya berjalan lancar. Kami senang,” ujar Rohfangatun selasa 17 Desember 2019.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Galur Zamroni mengatakan, sedekah sandal adalah program yang diinisiasi KUA Galur. Ini merupakan hal yang wajib dilakukan setiap pengantin baru di Kecamatan Galur. “Sandal merupakan media sedekah yang memiliki makna tersendiri,” ucap Zamroni.

Zambroni menjelaskan, pasangan suami istri diibaratkan sepasang kaki. Setiap langkah kaki, pasti akan bertemu rintangan, seperti menginjak kotoran secara tidak sengaja, menginjak kerikil atau benda-benda tajam lain. Nah untuk mengantisipasi rintanhan itu, akan lebih aman jika mengenakan sandal.

Sandal ini dimaknai sebagai usaha untuk antisipasi demi harmonisasi dalam hubungan rumah tangga. Komunikasi yang baik akan melahirkan keluarga yang sehat secara emosional. “Selain sedekah sandal, para pengantin baru juga diprogramkan untuk menebar benih ikan. Program tersebut terus dipertahankan sampai sekarang,” jelasnya.

Sumber : .tagar.id/makna-di-balik-sandal-jepit-pengantin-di-kulon-progo

Sandal Wanita

Haram Bagi Bikers untuk Pakai Sandal Dikala Hujan – BALIYA.ID

Hujan dan banjir yang melanda sejumlah daerah di bagian Indonesia memaksa beberapa pengendara sepeda motor yang ada di jalan raya berkompromi dengan perlengkapan berkendaranya. Salah satu yang lazim dilakukan adalah mengganti alas kaki dari sepatu digantikan dengan sandal.
 
Pendiri dan Instruktur di Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mewajibkan kepada seluruh para pengguna sepeda motor untuk tetap menggunakan sepatu daripada sandal ketika hujan. Bahkan diinginkannya pula untuk pengendara sepeda motor dilarang berkendara tanpa alas kaki untuk menghindari sepatu terkena banjir atau hujan.
 
“Sangat berbahaya, masa lebih sayang sepatu dibandingkan kaki,” tegas Jusri Pulubuhu Kamis (2/1/2020) kepada Medcom.id.

Sumber : medcom.id

Menurutnya pengendara sepeda motor ini sunnguh sangat rentan terlibat kecelakaan. Bahkan dia mengklaim aktivitas fisik paling berbahaya di era modern sekarang ini berkendara sepeda motor. “Kalau kita lihat data di Indonesia, 70 persen kecepatan adalah sepeda motor.”
 
Penggunaan sandal ketika berkendara menurutnya sangat berbahaya karena tidak memenuhi standar minimal perlengkapan berkendara. Untuk para pekerja yang menggunakan sepeda motor sebagai moda transportasinya, sebaiknya menggunakan standar minimal perlengkapan berkendara yakni sepatu.
 
“Sepatu yang digunakan juga harus menutupi mata kaki. Hal ini untuk melindungi ketika pengendara sepeda motor terjatuh dan akan langsung terkena jalanan. Jadi perlu dilindungi.”
 
“Meskipun hujan, tetap gunakan sepatu karena bisa saja sepeda motor slip dan pakai sandal saat jatuh maka akan langsung cedera. Karena sepeda motor tidak kenal stabil, pelan bisa rebah dan kencang bisa slip.”

Sumber : medcom.id/otomotif/tips-otomotif/

Sandal Wanita

Opsi Sandal Jepit Hak Tinggi yang Dipakai Selebgram Hingga Kim Kardashian – BALIYA.ID

Flip flop bukan alas kaki yang biasa digunakan saat ingin tampil maksimal. Namun belakangan banyak selebriti dan influencer memamerkan gaya dengan sandal jepit, termasuk Kim Kardashian. Sandal jepit yang dipilih tentu yang lebih spesial dengan hak dan desain yang elegan. Berikut enam sandal jepit hak tinggi atau flip flop heels yang sedang tren yang bisa jadi referensi alas kaki baru Anda.

sumber : Baliya.id

Sandal jepit cocok jadi pelengkap gaya saat bergaya kasual tapi tetap ingin terlihat maksimal. Apalagi alas kaki tersebut juga bisa sedikit menunjang tinggi badan. Belakangan flip flop heels dengan desain elegan jadi tren di kalangan selebriti dan selebgram. Pilihannya dari Mango berikut pun patut dipertimbangkan. Heeled Leather Sandals dengan warna serba putih berikut dijual Rp 999 ribu.

Yeezy juga menawarkan pilihan sandal hak tinggi untuk dipakai dalam suasana yang lebih kasual yang dipakai Kim Kardashian beberapa waktu lalu. Berbeda dengan opsi sebelumnya, alas kaki berikut hadir dengan hak wedges sehingga cocok untuk Anda yang tidak nyaman dengan hak meruncing. Item seharga Rp 9 jutaan tersebut dapat dipadukan dengan dress atau jeans untuk hangout akhir pekan.

Pilihan yang mirip dengan Mango dihadirkan brand Reformation. Bedanya, thong sandal ini hadir dengan kitten heels yang tak terlalu tinggi. Punya warna dan desain yang elegan, alas kaki seharga Rp 2,8 jutaan tersebut dapat dipadukan dengan busana kasual hingga dress untuk pesta.

Pilihan sandal lain dihadirkan brand Bellagio. Item ini punya hak yang lebih tebal sehingga bisa lebih nyaman digunakan berjalan. Alas kaki yang diskon menjadi Rp 300 ribuan tersebut pun memiliki strap bersilang yang membuatnya lebih menarik perhatian.

Untuk acara yang lebih spesial mungkin Anda menginginkan sandal hak tinggi yang lebih spesial. Item ini pun dapat jadi pilihan karena hadir dengan warna bronze yang glamour. Di bagian strap, ada pula detail glitter yang membuatnya cantik dan cocok dipadukan dengan busana pesta. Produk ini bisa dimiliki dengan Rp 459 ribuan.

Sandal heels yang juga cocok dipakai hangout tersedia dari brand Urban Looks. Bedanya alas kaki ini punya dua strap dengan detail gesper. Hadir dengan warna putih, sandal hak tinggi berikut netral tapi mencuri atensi di saat yang bersamaan. Dapatkan sandal heels itu dengan harga Rp 190 ribu.

Sumber : /wolipop.detik.com/sale-and-shop/d-4609732

Sandal Wanita

Sandal Hingga Wedges VNC Diskon Sampai Setengah Harga di Grand Indonesia – BALIYA.ID

Sandal atau sepatu yang biasa dikenakan sudah mulai usang? Mampir saja ke gerai VNC terdekat untuk mendapatkan opsi terbarunya. Selain menyediakan koleksi yang bervariasi dan terjangkau, retailer Malaysia itu juga tengah menggelar sale. Potongan harga yang diberikan kali ini mencapai 50% pada berbagai opsi alas kaki, mulai dari sandal hingga wedges. Seperti apa item-itemnya yang menarik?

Ketika Wolipop mengunjungi gerainya di Grand Indonesia Shopping Town, suasana toko itu tengah cukup ramai. Item-item yang dipotong harga diletakkan di area tengah. Kumpulan sepatu dan sandal tersebut pun sudah dipisahkan berdasarkan harga termurahnya yakni Rp 200 ribu dan Rp 250 ribu. Di sana, Anda bisa menemukan sandal, sandal sepatu, flats, wedges, high heels, hingga kitten heels.

sumber : bobobobo.com

Pilihan sandal cukup banyak dihadirkan. Beberapa yang patut dilirik, seperti sandal dua strap seharga Rp 380 ribu menjadi Rp 200 ribu. Sandal sepatu hitam dengan aksen gesper seharga Rp 330 ribu menjadi Rp 200 ribu. Sandal sepatu menyilang warna hitam dan putih seharga Rp 300 ribu menjadi Rp 220 ribu.

Lalu tersedia pula sejumlah flats untuk kegiatan santai. Seperti flats dengan ankle strap warna biru-hitam. Item itu turun dari Rp 380 ribu menjadi Rp 200 ribu. Flats hitam dengan bagian sol mengikuti struktur kaki dan dihiasi plat emas seharga Rp 380 ribu menjadi Rp 250 ribu.

Untuk sepatu berhak tinggi, terdapat sandal heels warna biru, marun, dan hitam yang turun dari Rp 380 ribu menjadi Rp 200 ribu. Begitu juga dengan t-strap sandal wedges warna hitam, cokelat, dan nude. Lalu kitten heels hitam dengan bagian ujung meruncing turun dari Rp 400 ribu menjadi Rp 250 ribu. Adapun heels beraksen renda putih transparan yang turun dari Rp 480 ribu menjadi Rp 250 ribu.

Wedges juga dihadirkan cukup bervariasi di sini. Ankle strap wedges hitam turun dari Rp 480 ribu menjadi Rp 200 ribu. Pointy wedges dengan dua strap turun setengah harga menjadi Rp 250 ribu. Sementara slingback wedges juga diskon 50% menjadi Rp 200 ribu.


sumber : wolipop.detik.com/sale-and-shop/d-3359833

Sandal Wanita

3 Sandal Wedges dengan Aksen Anyaman – BALIYA.ID

Sandal wedges merupakan salah satu fashion item yang nyaman untuk digunakan. Bagaimana tidak? Meskipun haknya tinggi, tetapi sandal model ini bersol rata. Berikut Wolipop rekomendasikan tiga pilihan sandal wedges yang didesain dengan detail anyaman.

sumber : Baliya.id

1. Burberry
Rumah mode ternama Burberry menjual sandal wedges ini seharga Rp 4,4 juta. Didominasi warna cokelat, membuat fashion item ini mudah dipadu padankan dengan warna busana apapun. Alas kaki yang didesain berdetail anyaman itu bisa Anda pakai untuk melengkapi penampilan dan dipadankan dengan dress berwarna broken white.

2. Ralph Lauren
Sandal wedges dengan materi kulit sapi ini haknya didesain dengan aksen anyaman kepang. Keluaran desainer Ralph Lauren, produk ini dijual sekitar Rp 6,4 jutaan. Anda bisa padukan dengan floral dress. Untuk tampilan lebih santai, bisa dipadankan dengan blouse dan celana pendek.

3. Yves Saint Laurent (YSL)
Desainer ternama Yves Saint Laurent (YSL) juga melansir salah satu koleksi alas kaki berupa wedges yang diberi detail anyaman. Perpaduan warna cokelat dengan merah darah, menyempurnakan tampilan sandal yang dibandrol Rp 4,8 juta tersebut. Anda bisa mengenakannya dengan dipadukan skinny jeans dan kemeja pas badan.

sumber : wolipop.detik.com/sale-and-shop/d-1921057

Sandal Wanita


Sandal Alvin Faiz Bikin Salfok Saat Nyetir, Larissa Chou Membela – BALIYA.ID

Unggahan terbaru Alvin Faiz di Instagram sedang hangat dibicarakan. Sebab, putra sulung mendiang Arifin Ilham itu terlihat seperti memakai wedges.

sumber : fassoris

Dalam foto, Alvin Faiz sedang menyetir. Tangan Alvin menggenggam erat tangan istrinya, Larissa Chou. Tak ada caption dalam unggahan tersebut.

Nah, warganet salah fokus melihat sandal yang dipakai Alvin Faiz saat menyetir. Mereka mempertanyakan mengapa bapak satu anak itu seperti memakai wedges.

“Aduh mas Alvin Faiz kalau mau share diedit dulu dong. Kita semua bkn fokus sm kemesraan kalian tp malah ke sandal yg dipakai,” komen akun @wati**ara.

“Monmaap vin itu tukeran sendal apa gimana ya. Bawa mobil pake wedges,” timpal @rizky**fiquel.

Alvin Faiz jadi omongan, Larissa Chou membela. Ia mengatakan sandal yang dipakai suaminya itu seperti yang dipakai orang Arab.

“Itu sendalnya beli di Arab pas umroh, disana banyak kok lelaki pakai sandal agak tebal gitu,” katanya.

Larissa Chou seperti tak mempermasalahkan komentar netizen tentang sandal yang dipakai Alvin Faiz. Ia menjelaskan lagi sandal tebal itu nyaman dan biasa dipakai oleh orang Arab.

“Karena terlalu fokus ke hal yang beli di Arab dan disana banyak juga yang pakai sendal tebal begitu, karena memang nyaman,” tuturnya.

Sumber : hot.detik.com/celeb/d-4657897

Sandal Wanita

Nyetir Pakai Sandal Jepit Lebih Berbahaya dari Sepatu Hak Tinggi – BALIYA.ID

 Saat ini banyak kita jumpai wanita menggunakan sepatu hak tinggi atau high heels ketika mengemudi. Beberapa penelitian mengatakan menggunakan sepatu high heels sambil mengemudi sangat berbahaya, namun ternyata ada yang lebih bahaya lagi yakni jika menggunakan sendal jepit!

dok Daily Mail
oto.detik.com/catatan-pengendara-mobil/d-2334236/

Itu berdasarkan hasil penelitian perusahaan asuransi Sheila’s Wheel seperti dilansir Daily Mail, Senin (19/8/2013). Mengemudi menggunakan sendal jepit bisa mempengaruhi pengemudi ketika hendak melakukan pengereman.

Dalam studi tersebut ditemukan sandal jepit memperlambat gerak kaki sekitar 0,13 detik. Artinya ketika pengendara telat menginjak rem dalam kecepatan 100 km/jam, maka mobil melaju hingga 3,5 meter.

Sementara itu pindah kaki antara rem dan pedal gas membutuhkan waktu 0,04 detik atau dua kali lebih lambat ketimbang menggunakan sepatu wedges yakni 0,02 detik.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan lebih dari 1.055 pengendara di Inggris, menemukan bahwa sepertiga dari pengendara mengakui mengemudi dengan sandal jepit.

27 persen pengemudi mengaku alas kaki telah menyebabkan kecelakaan kendaraan dan 7 persen pengemudi menyalahkan sendal jepit karena membuat mereka hampir mengalami kecelakaan.

Semantara itu, hampir 60 persen mengatakan mengemudi dengan mengenakan alas kaki yang tidak cocok, namun 20 persen pengendara lainnya mengakui mereka tetap menggunakan alas kaki yang hampir membuatnya celaka.

Dan 36 persen pengendara perempuan sadar harus menggunakan sepatu yang nyaman ketika mengemudi di mobil.

“Ini mengkhawatirkan bahwa begitu banyak driver di luar sana tidak menyadari dampak pilihan sepatu mereka dapat menciderai mereka,” kata peneliti Sheila’s Wheel, Jacky Brown.

“Jutaan mungkin berpikir mereka dapat mengemudi dengan aman, tetapi mungkin tidak menyadari kekurangan dari sendal jepit sampai terlambat menempatkan diri. Penumpang dan pengemudi lain berisiko setiap kali mereka mengendarai mobil,” tutupnya.

Sumber : oto.detik.com/catatan-pengendara-mobil/d-2334236/

Sandal Wanita